Kompas Gramedia #AkuBaca Turut Majukan Pendidikan di Timur Bersama PPIA IMPACT

Oleh: Nicko Warsono, Staff Charity PPI Australia 2017/2018.

Sebagai bentuk komitmen untuk ikut mencerahkan kehidupan masyarakat dan menjaga visi “enlightening people”, Kompas Gramedia ikut serta mendukung program “Improving Papua and East Nusa Tenggara’s Education” (IMPACT) yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA). Bentuk dukungan ini diwujudkan berupa bantuan buku-buku pendidikan dan kamus untuk sejumlah taman baca mitra PPIA di Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen Kompas Gramedia untuk mendukung IMPACT ini disalurkan melalui salah satu terapan program CSR-nya, yakni Gerakan Literasi Nusantara yang dinamai #AkuBaca, yang dilatari oleh rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.

Gerakan #AkuBaca diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional pada tanggal 17 Mei 2017, melibatkan banyak relawan, komunitas, tokoh literasi nasional, dan taman baca dari berbagai daerah di penjuru Nusantara. Gerakan ini mengajak setiap orang untuk menyadari pentingnya membaca dan dampak yang ditimbulkannya untuk menjadi jembatan perubahan dan investasi masa depan. Sebagai bagian dari gerakan ini, Kompas Gramedia juga mengadakan Kampanye #AkuBaca dan Edukasi Literasi untuk mendorongperan masyarakat, terutama orangtua dan lingkungan sekolah, agar semakin optimal dalam menciptakan atmoster pendidikan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi baca. Di samping itu, gerakan ini juga turut berkontribusi meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan melalui kegiatan Buku Bergerak. Kegiatan ini dilakukan dengan penggalangan buku-buku, baru maupun bekas, dari publik melalui “ATM Setor Buku”, untuk disalurkan ke berbagai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di berbagai daerah. Pengiriman paket Buku Bergerak dilakukan pada tanggal 17 setiap bulan, bersinergi dengan Program Pengiriman Buku Gratis oleh Pos Indonesia.

Melalui IMPACT, Kompas Gramedia melihat kesamaan visi dengan PPIA dalam upaya untuk memajukan literasi Nusantara. Karena itu, Kompas Gramedia bersedia mengalang kerja sama PPIA untuk memperluas akses terhadap buku-buku dan mendorong gerakan membaca, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Dalam hal ini, Kompas Gramedia dan PPIA memiliki pandangan yang sama, bahwa dengan majunya literasi, kita patut berharap pendidikan di negeri ini akan melahirkan generasi yang mempunyai kualitas untuk memajukan bangsanya.

 

Untuk mengetahui Gerakan #AkuBaca lebih lanjut, jangan lewatkan artikel dari Kompas Gramedia berikut ini.


INSPIRASI PENDIDIKAN

#AKUBACA, GERAKAN LITERASI NUSANTARA

Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting bagi bangsa untuk menggapai kemajuan. Melalui pendidikan, manusia berproses menemukan dan menggapai potensi diri, sehingga memiliki ilmu dan keterampilan yang bermanfaat bagi pengembangan diri, serta dapat dikontribusikan untuk mewujudkan keluarga, masyarakat, bangsa serta negara yang beradab, berdaya dan bermartabat.

Selaras dengan visi misi Enlightening People, Kompas Gramedia juga senantiasa berikhtiar mencerahkan kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui komitmen untuk berperan dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Semuanya terangkum dalam program-program Inspirasi Pendidikan Kompas Gramedia.

Sebagai korporasi multi industri yang salah satunya bergerak di bidang media informasi, Kompas Gramedia selalu menyajikan pemberitaan yang jujur, obyektif dan independen. Penerapan jurnalisme yang “sehat” ini turut berkontribusi membuat masyarakat dan segenap komponen bangsa, termasuk Kompas Gramedia sendiri, menjadi lebih terdidik.

Lebih dari itu, peran Kompas Gramedia dalam memajukan pendidikan di Indonesia juga diejawantahkan melalui salah satu terapan program CSR-nya yakni Gerakan Literasi Nusantara yang dinamai #AkuBaca. Inisiasi gerakan #AkuBaca dilatari oleh kondisi minat baca masyarakat Indonesia yang tergolong rendah. Riset UNESCO pada tahun 2012 mendapati indeks minat baca Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 penduduk hanya ada 1 orang yang suka membaca. Sementara itu, berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Hanya setingkat di atas Bostwana (61).

Temuan riset tersebut sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Ini mengingat, membaca merupakan aktivitas dan fungsi dasar yang amat penting bagi literasi hidup manusia, yakni proses mengetahui, mempelajari dan menginterpretasi berbagai macam hal dalam kehidupan. Dengan kata lain, membaca adalah prasyarat utama bagi setiap insan pelaku pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Kompas Gramedia menginisiasi #AkuBaca sebagai sebuah gerakan berkesinambungan yang berupaya memajukan literasi di Indonesia, khususnya dalam hal penumbuhan minat baca. Gerakan #AkuBaca diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional pada tanggal 17 Mei 2017bersama para tokoh literasi nasional seperti Najwa Shihab, Ninok Leksono, Butet Manurung, Nirwan Arsuka, Gol A Gong, serta para penggerak literasi lainnya. Dalam prosesnya, gerakan #AkuBaca dilibati juga oleh banyak relawan, komunitas dan taman baca dari berbagai daerah seantero Nusantara.

 

Titik tekan #AkuBaca adalah ajakan terhadap setiap diri/individu untuk menyadari pentingnya membaca sebagai kebutuhan dasar manusia. Bahwa membaca bukan saja menjadi bekal manusia untuk dapat bertahan (survive), tetapi bahkan menjadi jembatan perubahan dan investasi masa depan.

Dalam fokusnya untuk penyadaran diri (“aku”), #AkuBaca melakukan berbagai Kampanye #AkuBaca dan Edukasi Literasi untuk menstimulasi peran masyarakat, terutama orangtua dan lingkungan sekolah, agar semakin optimal dalam menciptakan atmoster pendidikan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi baca.

Gerakan ini juga turut berkontribusi meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan, yang antara lain teraplikasi melalui fitur Buku Bergerak. Melalui Buku Bergerak, Tim #AkuBaca melakukan penggalangan buku-buku (baru maupun bekas) dari publik melalui “ATM Setor Buku”, lalu dipilah, dikemas dan dikirimkan ke berbagai Tama Bacaan Masyarakat (TBM) di berbagai daerah. Pengiriman paket Buku Bergerak dilakukan pada tanggal 17 setiap bulan, bersinergi dengan Program Pengiriman Buku Gratis oleh Pos Indonesia.

Kontribusi Gerakan #AkuBaca untuk meningkatkan akses masyarakat pada bahan bacaan juga dilakukan melalui moda Pustaka Bergerak yang dimotori oleh para penggerak literasi di berbagai daerah bekerjasama dengan Kompas Gramedia. Mereka mendatangi titik-titik kumpul anak-anak, lalu secara persuasif dan kreatif mengajak anak-anak membaca buku-buku, diantaranya melalui media dongeng, read a loud, nabung baca, dan lain sebagainya.

Berbagai TBM lain, baik yang berada di Jakarta maupun di pelosok Nusantara, pun tak luput mendapat perhatian dan dukungan dari #AkuBaca. Tim #AkuBaca melakukan pendampingan dan sinergi program literasi yang diusung dalam fitur Efek Rumah Baca. Secara berkala, Gramedia sebagai salah satu anak perusahaan Kompas Gramedia juga mengadakan Gramedia Reading Community Competition (GRCC) sebagai wadah dan kompetisi yang dilibati sekitar 1.000 TBM.

Beragam ayunan langkah Gerakan #AkuBaca itu dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan oleh Kompas Gramedia bersama dengan banyak pihak yang tergerak untuk memajukan literasi Nusantara. Dengan majunya literasi, kita patut berharap pendidikan di negeri ini akan melahirkan generasi yang mempunyai kualitas untuk memajukan bangsanya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *