Mengapa Papua dan NTT?

Oleh: Nicko Warsono, Staff Charity PPI Australia 2017/2018.

Tahukah Anda bahwa Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah dua provinsi dengan jumlah kabupaten dengan status daerah tertinggal paling banyak di Indonesia? Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, sebanyak 26 dari 29 kabupaten di Papua, dan 18 dari 21 kabupaten di NTT masuk ke dalam kategori kabupaten tertinggal. Ketertinggalan pembangunan di kedua provinsi ini antara lain juga dapat dilihat dari presentase penduduk miskin yang signifikan, yakni mencakup sekitar 28.54% dari jumlah penduduk di Papua dan 22.19% di NTT.

Keadaan ini berimbas pada bidang pendidikan di kedua provinsi, yang seyogianya menjadi harapan kemajuan pembangunan daerah di masa depan. Rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di kedua provinsi tersebut masih sangat rendah, yaitu 6.15 tahun di Papua dan 7.02 tahun di NTT. Padahal, pemerintah pusat telah menetapkan program wajib belajar 12 tahun, di mana masyarakat Indonesia diwajibkan untuk menempuh pendidikan selama setidaknya 12 tahun, dari Kelas I hingga Kelas XII. Melalui IMPACT, kami berusaha mendorong kemajuan pendidikan di daerah dengan mendukung ruang-ruang belajar informal yang diinisiasi dan digerakkan oleh pemuda-pemuda lokal yang memiliki visi untuk kemajuan daerahnya. Anda juga bisa terlibat dengan menyebarluaskan ajakan ini dan ikut berdonasi dalam program kami ini. Klik kitabisa.com/PPIAIMPACT untuk berdonasi dan informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *